Pemkab Tangerang Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Jawa Bali

oleh -56 Dilihat

Jakarta (MKNews)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berhasil mendapatkan penghargaan TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) kategori terbaik Se-Jawa Bali dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI dan Kementerian Dalam Negeri RI‎

‎Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menerima langsung penghargaan yang disaksikan oleh Menko Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian pada acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia X Indonesia Fintech Summit and Expo 2026 dan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat. Kamis (24/09/26)

‎Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan yang diraih tersebut dan berharap penghargaan tersebut dapat memberikan dorong semangat untuk terus meningkatkan transformasi layanan digital keuangan yang lebih cepat, efektif dan efisien serta transparan.‎

‎”Alhamdulillah, hari ini Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang mendapatkan penghargaan TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) Kategori terbaik Se-Jawa Bali dari Bapak Menko Bidang Perekonomian juga dari Bapak Menteri Dalam Negeri,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid.

‎Bupati Maeysal pun mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada Bapenda dan OPD lainnya atas sinergi dan kolaborasi yang telah dijalankan sebaik-baiknya dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung dan menyukseskan program digitalisasi transaksi keuangan daerah yang lebih cepat, efektif, efisien dan transparan‎

‎”Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang kita raih hari ini. Penghargaan ini adalah bukti nyata teman-teman dari Bapenda dan OPD lainnya telah menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Terima kasih juga atas partisipasi masyarakat yang telah melaksanakan program ini,” ujarnya

‎Menurut dia, berbagai aplikasi program digitalisasi transaksi keuangan daerah, masyarakat bisa mengakses secara langsung tanpa harus datang ke Bapenda. Masyarakat juga bisa melihat langsung kewajiban dan membayar pajaknya melalui kanal-kanal pembayaran yang telah ditentukan pada aplikasi tersebut.

‎”Alhamdulillah fungsi pelayanan ini bermanfaat. Kecepatan, transparansi dan  kemudahan dari sistem kemudahan bisa dirasakan langsung masyarakat. Semoga program digitalisasi transaksi keuangan ini terus ditingkatkan lagi oleh Bapenda dan OPD terkait lainnya,” imbuhnya

‎Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa Rakornas Pengendalian Inflasi dan Pencapaian Perluasan Digitalisasi Daerah tersebut merupakan momentum untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antara pusat-daerah untuk menjaga stabilitas harga dan mempercepat transformasi digital ke depan.

‎”Ekonomi kita di semester I, alhamdulillah relatif solid dengan pertumbuhan 5,45% dan inflasi 3,19%. Ini harus terus kita sinergikan antara pusat dan daerah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, menjaga kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil, terutama juga untuk mendorong ekspor daripada sektor riil,” ujar Airlangga

‎Pemerintah pusat juga akan terus memperkuat langkah-langkah pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi, seperti : PKH tahap ketiga, bagi 27,13 juta keluarga penerima manfaat, bantuan beras yang dilanjutkan untuk Oktober sampai dengan Desember 2026 seberat 10 kg perbulan bagi 33,2 juta penerima dan penguatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan bersama dengan Bank Indonesia, bekerja sama dengan pemerintah daerah.

‎Sementara itu, Mendagri, Tito Karnavian menambahkan saat ini Kementerian Dalam Negeri sedang mengembangkan penguatan peran daerah dalam rangka memperkuat konsumsi rumah tangga, menjaga belanja daerah dan menstimulasi swasta yang diharapkan dapat menjaga dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi

‎”Selanjutnya adalah mempermudah perizinan dalam rangka untuk memperkuat investasi, dan bagaimana mendorong hilirisasi daerah dengan ini ide-ide kreatif daerah sehingga ada potensi ekspor kita dari daerah untuk ke luar. Jadi ekspor kita diharapkan lebih tinggi daripada impor agregat dari semua daerah,” imbuhnya. (hms/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.