Motivator Gedor Pintu Langit Ustad Aris Alwi Selalu Ingatkan Ribuan Santrinya Untuk Terus Perkuat Hubungan Dengan Allah di Tengah Perjuangan Mencari Rezeki

oleh -2239 Dilihat
Ustadz. Muhammad Aris Alwi Rilangi, SE, ME, Sy.

Bogor (MKNews)-Motivator Gedor Pintu Langit sekaligus Ketua Yayasan Malomo Untuk Semua, Muhammad Aris Alwi Rilangi, SE, ME, Sy, tidak henti-hentinya mengajak ribuan santrinya untuk terus memperkuat hubungan dengan Allah di tengah perjuangan mencari rezeki. “Jangan hanya mengetuk pintu-pintu kesempatan di dunia, tetapi jangan pernah berhenti mengetuk pintu langit melalui doa, tahajud, istigfar, dan ibadah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan,” kata Ustad Aris Alwi.

Menurut Ustad Muda ini,Ingatlah, memperbaiki salat bukan berarti meninggalkan pekerjaan. Memperbanyak doa bukan alasan untuk berhenti berusaha. Justru, ibadah seharusnya membuat kita semakin jujur, disiplin, sabar, dan bertanggung jawab dalam mencari nafkah. Bangunlah dengan tahajud, mintalah petunjuk kepada Allah, kemudian jalani hari dengan ikhtiar terbaik. Ketika satu pintu tertutup, jangan langsung berputus asa. Evaluasi usaha, perbaiki strategi, tingkatkan kemampuan, dan tetaplah menjaga keyakinan.

Allah berfirman dalam Surah At-Talaq ayat 3 bahwa Dia akan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka kepada orang yang bertakwa dan bertawakal kepada-Nya. Ayat ini mengajarkan kita untuk memadukan ketakwaan, usaha, dan kepercayaan kepada Allah, bukan sekadar menunggu tanpa melakukan apa-apa.

“ Jangan pula mengukur keberhasilan hanya dari banyaknya uang yang dimiliki. Rezeki juga berupa kesehatan, keluarga yang harmonis, sahabat yang tulus, hati yang tenang, serta kesempatan membantu orang lain. Ada harta yang banyak tetapi terasa sempit, dan ada penghasilan sederhana yang menghadirkan ketenteraman karena penuh keberkahan, “ ujarnya.

Maka, teruslah mencari rezeki melalui jalan halal. Jangan mengambil hak orang lain, jangan menghalalkan segala cara, dan jangan merendahkan sesama demi keuntungan dunia. Syukuri yang telah Allah berikan, sedekahkan sebagian rezeki sesuai kemampuan, serta jangan berhenti memperbaiki diri.

Yakinlah, tugas kita bukan mengendalikan semua hasil, melainkan menjaga niat, memperkuat ikhtiar, memperbanyak doa, dan menyerahkan ketetapan kepada Allah. Semoga Allah melapangkan jalan rezeki kita, menjauhkan kita dari pekerjaan yang tidak diridai-Nya, mencukupkan kebutuhan keluarga, dan menjadikan setiap penghasilan membawa manfaat bagi sesama.

Rezeki bukan ditentukan oleh manusia, melainkan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pemberi Rezeki. Manusia mungkin menjadi perantara datangnya pertolongan, terbukanya peluang, atau hadirnya kesempatan, tetapi jangan sampai hati kita lebih bergantung kepada manusia daripada kepada Allah. Jangan terlalu takut kehilangan kesempatan, jabatan, pekerjaan, atau kepercayaan seseorang hingga kita mengorbankan prinsip agama dan melupakan kewajiban beribadah kepada-Nya.

Terkadang, kita begitu sibuk mengejar sesuatu sampai lupa bahwa yang kita kejar sesungguhnya berada dalam kekuasaan Allah. Kita takut tidak mendapatkan pekerjaan, khawatir usaha tidak berkembang, gelisah melihat keberhasilan orang lain, bahkan merasa hidup tertinggal hanya karena rezeki belum datang sesuai harapan. Padahal, setiap manusia memiliki perjalanan dan ujian masing-masing. Tidak semua yang datang lebih cepat berarti lebih baik, dan tidak semua yang tertunda berarti buruk.

Semoga kita menjadi hamba yang tidak mudah goyah oleh penilaian manusia, tidak berputus asa ketika menghadapi kesulitan, dan tidak lupa bersyukur ketika menerima kelapangan. Semoga rezeki kita senantiasa halal, cukup, berkah, serta mengantarkan kita semakin dekat kepada Allah SWT. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. (red).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.