Bogor (MKNews)-Motivator Gedor Pintu Langit dan Ketua Yayasan Malomo Untuk Semua, Ustadz. Muhammad Aris Alwi Rilangi, SE, ME, Sy, mengingatkan kepada ribuan santrinya agar jangan berhenti mengetuk pintu langit hanya karena sebuah doa belum mendapatkan jawaban seperti yang diharapkan. Teruslah berdoa dan beribadah, tetapi luruskan niat bahwa Allah adalah tujuan utama.
“Terkadang kita datang kepada Allah karena membutuhkan sesuatu, tetapi akhirnya justru menemukan sesuatu yang jauh lebih berharga: hati yang lebih tenang, jiwa yang lebih kuat, rasa syukur yang lebih dalam, dan keinginan untuk terus memperbaiki diri,” kata ustad Aris.
Karena itu, jangan malu membawa hajat kepada Allah. Mintalah apa pun yang baik, kemudian sertai dengan ikhtiar dan tawakal. Jika Allah mengabulkan sesuai harapan, bersyukurlah. Jika belum, tetaplah percaya dan terus mendekat kepada-Nya.
Bisa jadi hadiah terindah bukan hanya terkabulnya sebuah doa, tetapi hadirnya hati yang semakin dekat kepada Allah. Semoga setiap hajat menjadi jalan menuju ketaatan, setiap doa menumbuhkan keikhlasan, dan setiap ibadah membawa kita semakin dekat kepada ridha-Nya. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
Sering kali perjalanan mendekat kepada Allah dimulai dari sebuah hajat atau kebutuhan duniawi. Mungkin awalnya kita berdoa karena memiliki keinginan, sedang menghadapi kesulitan, membutuhkan pertolongan, atau berharap sebuah urusan mendapatkan jalan keluar. Dalam kondisi seperti itu, kita datang kepada Allah dengan membawa segala harapan dan kegelisahan.
Lebih lanjut, Ustad Aris, mengungkapkan, jangan pernah malu datang kepada Allah dengan segala kebutuhanmu. Ceritakan apa yang ada di dalam hati melalui doa. Mohonlah pertolongan-Nya dan tetaplah berusaha mencari jalan keluar dengan cara yang baik dan halal. Allah mengetahui keadaan setiap hamba, termasuk sesuatu yang tidak mampu kita ungkapkan kepada siapa pun.
Namun, ada sesuatu yang indah ketika ibadah terus dijaga. Ketika tahajud mulai dilakukan, doa terus dipanjatkan, Al-Qur’an dibaca, dzikir diperbanyak, dan sholat dijaga, perlahan hubungan kita dengan Allah dapat menjadi lebih dekat. Dari yang awalnya datang karena ingin meminta, hati mulai belajar menikmati kesempatan untuk bermunajat.
Dari sebuah hajat, tumbuh rasa syukur. Dari kesulitan, lahir kesabaran. Dari doa yang belum terwujud, tumbuh tawakal. Dan dari kebiasaan beribadah, perlahan tumbuh rasa cinta kepada Allah. (red).





