Ustad Aris Alwi: Ketika Pintu Langit Terbuka, Pertolongan Allah Datang Dari Berbagai Arah

oleh -1781 Dilihat

Bogor (MKNews)-Banyak orang mengetuk pintu manusia, tetapi lupa mengetuk pintu langit. Padahal ketika pintu langit terbuka, pertolongan Allah datang dari arah yang tidak disangka-sangka.

Hal itu disampaikan Ustad Aris Alwi kepada ribuan santri onlinenya  maupun diberbagai kajian dan motivasi spiritualnya.

“ Kadang manusia terlalu bergantung kepada dunia hingga lupa meminta kepada Allah SWT, “ ujar Ustad Aris Alwi yang dikenal sebagai motivator “ Gedor Pintu Langit”.

Sebagai Ketua Yayasan Malomo Untuk Semua, Ust. Aris Alwi juga aktif mengajak masyarakat untuk memperkuat iman, memperbanyak sedekah, membantu sesama, dan membangun kehidupan yang lebih dekat kepada Allah.

Kalau hati masih mau sujud, itu tanda Allah masih memanggil kita. Jangan tunggu nanti untuk berubah. Bisa jadi hari ini adalah kesempatan terakhir untuk mendekat kepada Allah.

Menurut Ustad Aris Alwi, sujud Bisa Mengubah Hidup Seseorang. Banyak kisah nyata tentang orang-orang yang hidupnya berubah setelah mendekat kepada Allah.

Ada yang sebelumnya hidup dalam kesulitan, tetapi setelah menjaga sholat tahajud hidupnya berubah menjadi lebih baik. Ada yang sebelumnya hatinya penuh kegelisahan, tetapi setelah rutin membaca Al-Qur’an dan memperbanyak sujud, hidupnya menjadi damai.

“Karena sejatinya, Allah tidak pernah meninggalkan hamba yang datang kepada-Nya dengan tulus, “ katanya.

Allah SWT berfirman dalam hadits qudsi: “Jika hamba-Ku mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta.” (HR. Bukhari)

Lebih lanjut,  Ustad Aris Alwi mengungkapkan, salah satu kesalahan manusia adalah baru ingat Allah ketika sedang sakit, gagal, atau terkena musibah. Padahal selama masih sehat dan kuat, itulah waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah.

“Gunakan masa muda sebelum tua. Gunakan sehat sebelum sakit.Gunakan waktu luang sebelum sibuk. Karena tidak ada yang tahu kapan ajal dating, “ ujarnya.

Rasulullah SAW bersabda: “Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara.” (HR. Hakim)

Salah satunya adalah memanfaatkan hidup sebelum datang kematian.

Tanda Hati yang Masih Hidup

Hati yang masih hidup memiliki beberapa ciri:

Mudah tersentuh saat mendengar ayat Al-Qur’an

Menyesal ketika berbuat dosa

Senang berada di majelis ilmu

Rindu kepada sholat dan doa

Mudah bersyukur

Memiliki rasa takut kepada Allah

Jika tanda-tanda itu masih ada dalam diri kita, maka bersyukurlah. Karena itu adalah nikmat yang sangat mahal.

Sebaliknya, hati yang keras akan sulit menerima nasihat dan lebih mencintai dunia daripada akhirat.

Syukur Adalah Kunci Bertambahnya Nikmat

Allah SWT menjanjikan tambahan nikmat bagi orang-orang yang bersyukur.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7)

Bersyukur bukan hanya dengan ucapan, tetapi juga dengan amal perbuatan.

Jika Allah memberikan nikmat hati yang mau ibadah, maka jagalah dengan:

Memperbanyak amal saleh

Menjauhi dosa

Menolong sesama

Menjaga lisan

Ikhlas dalam beribadah

Dunia Hanya Sementara

Sering kali manusia lupa bahwa dunia hanyalah tempat singgah sementara.

Rumah mewah akan ditinggalkan.

Jabatan akan berakhir.

Harta tidak dibawa mati.

Yang menemani di alam kubur hanyalah amal ibadah.

Karena itu, jangan sampai hidup habis hanya mengejar dunia tetapi lupa mempersiapkan akhirat.

Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati.”(HR. Tirmidzi)

Jadikan Sujud Sebagai Tempat Terbaik untuk Mengadu

Ketika hidup terasa berat, jangan lari dari Allah. Justru mendekatlah kepada-Nya.

Menangislah dalam sujud.

Ceritakan semua kesedihan kepada Allah.

Mintalah pertolongan hanya kepada-Nya.

Karena tidak ada tempat paling aman selain berada dekat dengan Allah SWT.

Sujud bukan tanda kelemahan. Sujud adalah sumber kekuatan seorang mukmin.

Motivasi Kehidupan untuk Tetap Istiqomah

Jangan menyerah menjadi baik hanya karena pernah gagal.

Jangan berhenti beribadah hanya karena merasa banyak dosa.

Jangan putus asa dari rahmat Allah.

Selama masih hidup, pintu taubat masih terbuka.

Allah lebih bahagia melihat hamba-Nya bertaubat dibanding seseorang yang menemukan kembali hartanya yang hilang di padang pasir.

Seperti diberitakan sebelumnya, di tengah kehidupan yang penuh tantangan, gerakan sosial dan dakwah menjadi sangat penting. Yayasan Malomo Untuk Semua hadir sebagai wadah untuk membantu masyarakat, menebarkan semangat kepedulian, serta mengajak umat semakin dekat kepada Allah SWT.

Melalui dakwah, kegiatan sosial, santunan, dan motivasi spiritual, yayasan ini mengingatkan bahwa hidup terbaik adalah hidup yang bermanfaat bagi orang lain. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama. (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.