Pilar Tegaskan Transformasi Posyandu di Tangsel, Kini Tak Sekadar Layanan Ibu dan Anak

oleh -123 Dilihat

Tangsel (MKNews)-Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan menegaskan bahwa Posyandu kini telah bertransformasi menjadi pusat layanan terpadu yang tidak hanya berfokus pada ibu dan anak, tetapi juga mencakup berbagai bidang pelayanan dasar masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Pilar yang didampingi Ketua Tim Pembina Posyandu Tangsel, Tini Indrayanthi Benyamin saat menyambut langsung Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Banten Tinawati Andra Soni beserta jajaran Tim Penilai Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Banten di Posyandu Selada, Kecamatan Serpong Utara, Selasa (4/8/2026).

Dalam sambutannya, Pilar mengatakan Posyandu Selada menjadi salah satu contoh transformasi layanan masyarakat yang mengintegrasikan enam bidang pelayanan dasar dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat, serta sosial.

“Posyandu telah bertransformasi menjadi pusat layanan terpadu yang mencakup berbagai bidang SPM. Keberhasilan ini didorong oleh semangat gotong royong antara kader kesehatan, PKK, pengurus RT/RW, serta partisipasi aktif masyarakat,” ujar Pilar.

Selain layanan kesehatan, integrasi lingkungan di RW 04, Kelurahan Pondok Jagung tersebut juga didukung dengan berbagai fasilitas masyarakat, seperti bank sampah, taman baca masyarakat, hingga perbaikan infrastruktur jalan dan drainase di sekitar kawasan Posyandu.

Pilar menyampaikan, keberadaan Posyandu yang semakin berkembang menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dan mudah dijangkau.

Tidak hanya itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui program Pos Gizi yang telah hadir di setiap kelurahan.

Menurut Pilar, program tersebut menjadi langkah stimulan bagi ibu hamil dan ibu menyusui agar mendapatkan asupan gizi yang cukup, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pola makan sehat.

“Di 2026, kami terus mendorong Pos Gizi di masing-masing kelurahan sebagai program pencegahan stunting. Ini menjadi stimulan bagi ibu hamil dan ibu menyusui untuk mendapatkan gizi yang cukup,” kata Pilar.

Selain pemenuhan gizi, Pilar juga mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik sederhana, salah satunya dengan membiasakan berjalan kaki minimal 5.000 langkah setiap hari.

Menurutnya, kebiasaan kecil tersebut dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan masyarakat apabila dilakukan secara konsisten.

Proses penilaian Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Banten menjadi momentum evaluasi sekaligus pembelajaran bagi Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu di seluruh wilayah.

Melalui penguatan Posyandu, Pemkot Tangsel berharap pelayanan dasar masyarakat semakin mudah diakses serta mampu mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat dan berkualitas. (hms/red).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.