Pengguna Solar Keluhkan Antrian di SPBU

oleh -986 Dilihat

Lebak (MKNews)- Masyakat pengguna bahan bakar minyak (BBM) jenis solar mulai mengeluhkan antrian panjang di setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Lebak, khususnya di perkotaan semisal Kecamatan Warunggunung, Rangkasbitung dan Kalanganyar. Antrian tersebut tentunya menyebabkan pasokan Solar kepengguna menjadi tersendat, sehingga menyebabkan aktifitas perekonomian terganggu.

Sanusi, seorang supir truk angkutan mengaku jika setiap hari dia harus mengantri untuk mendapatkan BBM jenis solar. Ia merasa heran dengan keadaan di SPBU di Lebak serta mempertanyakan penyebab antrian yang mengular panjang.

“Akhir-akhir ini antrian panjang selalu terjadi disetiap SPBU, ada apa ini, padahal tidak terjadi kelangkaan solar. Saya harus berjam-jam antri untuk memenuhi kebutuhan solar truk saya,”kata Sanusi, warga Kecamatan Rangkasbitung, Minggu (03/5/2026).

Kata Sanusi, jika antrian panjang di SPBU selalu terjadi, maka yang dirugikan adalah masyarakat. Lantaran, waktu yang seharusnya digunakan untuk berkerja, jadi terganggu hanya karena harus antri.

Padahal kata Sanuji, mayoritas pengguna solar adalah kaum pekerja, seperti supir truk, petani, nelayan. Karena itu, jika setiap harus mengantri lama di SPBU, bisa dipastikan aktivitas roda perekonomian dimasyarakat menjadi tersendat.

“Semuanya jadi tersendat, padahal pengguna solar merupakan pelaku usaha seperti nelayan, supir truk dan ekonomi kreatif,”ucap Sanusi.

Hal senada dikatakan Cecep Casmadi, kata dia, sejak dua hari belakangan ini ia selalu antri untuk mendapatkan solar. Ia tidak mengetahui secara pasti penyebab panjangnya antrian di SPBU. Namun yang ia rasakan hal tersebut bukan sebuah kebiasaan normal.

” Sudah dua hari saya selalu mengantri di SPBU, entah kenapa antriannya selalu pajang, sehingga waktu banyak tersita di SPBU,”kata Cecep.

Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindag Kabupaten Lebak, Yani, mengaku tidak tahu menahu secara rinci soal adanya antrian panjang di SPBU guna mendapatkan bahan bahan minyak (BBM) jenis solar. Padahal, berdasarkan data yang ada Disperindag, kuota solar di Lebak sudah terpenuhi.

Karena kata Yani, berdasarkan surat dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi(BPH Migas) tahun 2026, kuota jenis bahan bakar minyak tertentu(JBT) khususnya solar di Kabupaten Lebak sekitar 41.136 Kiloliter pertahun. Sehingga jumlah tersebut dinilai sudah sangat ideal dan mencukupi.

Kuota tersebut kata dia, merupakan gabungan dari seluruh konsumen dan SPBU di wilayah Kabupaten Lebak, sesuai peraturan presiden nomor 191 tahun 2014 tentang penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

” Saya kira kuota kebutuhan Solar sudah sesuai dengan data yang ada di kami, tapi kami akan mencar penyebab kenapa banyak antrian panjang di SPBU,”kata Yani.(mas/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.