Motivator Gedor ‘Pintu Langit’ Ustad Aris Alwi : Tiga Amalan Menuju  Sukses

oleh -162 Dilihat
Ustadz Muhammad Aris Alwi Rilangi, SE, ME, Sy

Bogor (MKNews)-Pentingnya menjaga amalan dengan ikhlas dan istiqomah. Jangan menjadikan ibadah semata-mata sebagai transaksi untuk mendapatkan keinginan dunia. Beribadahlah karena Allah, sementara urusan hasil serahkan kepada-Nya.

Hal itu disampaikan Motivator ‘ Gedor Pintu Langit’ yang juga Pimpinan Pondok Malomo, Ustadz Muhammad Aris Alwi Rilangi, SE, ME, Sy untuk para santri online yang berjumlah ribuan orang dan berasal  tidak hanya dari Indonesia, melainkan dari sejumlah Negara, Asia, Eropa bahkan Timur tengah.

Percayalah bahwa Allah mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya. “ Tugas kita adalah terus mendekat, memperbaiki diri, menjaga keikhlasan, dan tidak berhenti berharap kepada-Nya. Semoga tahajud menguatkan hati, Al-Qur’an menerangi langkah, sedekah menumbuhkan kepedulian, dan seluruh amal kita menjadi jalan menuju ridha Allah,” ujarnya.

Menurutnya, teruslah berdoa, berikhtiar, dan bertawakal. Ketika doa belum menemukan jawaban seperti yang diharapkan, jangan buru-buru berputus asa. Bisa jadi Allah memberikan ketenangan, kemudahan, keberkahan, pelajaran, atau jalan keluar melalui cara yang belum pernah kita bayangkan.

Lebih lanjut, Ustad Muda Aris Alwi, yang punya kemampuan pengbatan Rukiyah ini mengungkapkan, ketuklah pintu langit dengan sujud, terangi hati dengan Al-Qur’an, dan hiasi hidup dengan sedekah. Tiga amalan ini dapat menjadi bagian dari perjalanan seorang Muslim dalam mendekatkan diri kepada Allah. Tahajud menjadi waktu untuk bermunajat dalam keheningan malam, Al-Qur’an menjadi petunjuk dalam menjalani kehidupan, sedangkan sedekah menjadi wujud syukur sekaligus kepedulian kepada sesama.

Jadikan tahajud bukan sekadar waktu untuk meminta sesuatu yang kita inginkan. Gunakan kesempatan itu untuk mengakui kelemahan di hadapan Allah, memohon ampun, bersyukur atas nikmat-Nya, dan menyerahkan segala urusan kepada-Nya. Dalam suasana malam yang tenang, hati memiliki kesempatan untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri.

Kemudian, dekatkan diri dengan Al-Qur’an. Tidak harus menunggu memiliki banyak waktu atau hafal banyak ayat. Bacalah sesuai kemampuan, pahami maknanya secara perlahan, dan berusaha mengamalkan petunjuknya dalam kehidupan sehari-hari. Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi menjadi pedoman agar langkah kita tetap berada di jalan kebaikan.

Hiasi pula kehidupan dengan sedekah. Tidak harus menunggu kaya. Sedekah dapat dilakukan sesuai kemampuan dan keikhlasan. Yang terpenting adalah niat untuk berbagi dan membantu sesama tanpa menjadikan pemberian sebagai sarana mencari pujian. (red).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.