Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan Ajak Masyarakat Terlibat Dalam Kelola Sampah

oleh -378 Dilihat

Tangsel (MKNews)-Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah melalui acara sosialisasi program pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan pelatihan daur ulang sampah.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan, gelar Sosialisasi  Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat berupa Pemillahan Sampah, Bank Sampah dan Pengolahan Sampah Organik. Juga melakukan daur ulang sampah berupa Pelatihan pembuatan kompos dengan tong komposter, pembuatan eco enzim, budidaya maggot untuk pengolahan sampah organik, pelatihan kerajinan tangan dari kertas bekas, kerajinan tangan dari bungkus kopi/plastik bekas, pembuatan sabun dan lilin dari minyak jelantah. Kegiatan tersebut diadakan di beberapa kelurahan.

 

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan, Erik Gustaman, SH.M.AP mengugkapkan, kegiatansosialisasi pengelolaan sampah dan pelatihan daur ulang sampah inimerupakankegiatandalammeningkatkankesadaran danpartisipasi masyarakat ataspermasalahansampah. Seperti kita ketahui, meningkatnya aktivitas masyarakat bahwa volume yang dihasilkan juga semakin meningkat,termasuk masalah sampah, Jadi jika tidak dikelola dengan baik, tidak hanya menjadi pencemaran lingkungan juga akan mengganggu kesehatan dan kenyamanan masyarakat,

“Pengelolaan sampah dan pelatihan daur ulang sampah ini merupakan kegiatan dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat atas permasalahan sampah. Seperti kita ketahui, meningkatnya aktivitas masyarakat, volume sampah yang dihasilkan juga semakin meningkat. Jadi jika tidak dikelola dengan baik, tidak hanya menjadi pencemaran lingkungan juga akan mengganggu kesehatan dan kenyamanan masyarakat,” terangnya.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya membantu pengurangi volume sampah yang diangkut ke TPA, tetapi juga dapat dimanfaatkan dengan baik untuk membantu meningkatkan perekonomian .

Erik juga menjelaskan kegiatan ini menitikberatkan pada program pengelolaan sampah berbasis masyarakat, mulai dari pemilahan sampah, pembentukan bank sampah, hingga pengolahan sampah organik.

“Masyarakat juga dibekali berbagai keterampilan daur ulang, seperti pembuatan kompos dengan tong komposter, pembuatan eco-enzym, budidaya maggot, serta kerajinan tangan dari kertas bekas dan bungkus kopi. Tidak hanya itu, peserta juga diajarkan mengolah minyak jelantah menjadi sabun dan lilin,” jelasnya.

Erik menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini bukan sekadar edukasi, tetapi juga mengajak masyarakat terlibat langsung mengatasi permasalahan sampah dari sumbernya. (ADV)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.