Bupati Setyo Meminta Proses Akreditasi Tidak Sekadar Berorientasi Pada Pemenuhan Dokumen dan Standar

oleh -24 Dilihat

Wonogiri (MKNews)- Survei akreditasi RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri oleh Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP) resmi dimulai. Survei itu sendiri dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 31 Agustus 2026 melalui metode daring dan tanggal 2-3 September melalui survei visitasi luring.

Pembukaan survei akreditasi secara luring pada hari Rabu (2/9/2026)  dihadiri langsung oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri, Dewan Pengawas serta Civitas Hospitalia RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso kabupaten Wonogiri. Acara tersebut dihadiri 150 orang.

Bupati Setyo meminta proses akreditasi tidak sekadar berorientasi pada pemenuhan dokumen dan standar, tetapi menjadi momentum memperkuat budaya mutu serta keselamatan pasien.

“Penilaian akreditasi rumah sakit merupakan bagian penting dalam memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, cepat, mudah, manusiawi, bermutu, dan terjangkau,” katanya. seperti dikutif dari Laman Web Pemkab Wonogiri.

Bupati juga menegaskan RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso memiliki posisi strategis sebagai salah satu rumah sakit rujukan yang menjadi tumpuan masyarakat Wonogiri dan wilayah sekitarnya. Karena itu, peningkatan mutu pelayanan rumah sakit tidak dapat hanya dibebankan kepada direktur dan jajaran manajemen. Seluruh dokter, tenaga kesehatan, tenaga keperawatan, tenaga kebidanan, tenaga penunjang, hingga karyawan memiliki peran yang sama dalam membangun kualitas pelayanan.

“Akreditasi rumah sakit bukan sekadar kegiatan untuk memperoleh atau mempertahankan sebuah predikat. Lebih dari itu, akreditasi merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat memenuhi standar mutu, keselamatan pasien, profesionalisme, dan tata kelola yang baik,” terangnya.

Bupati Setyo berharap survei akreditasi dapat menjadi sarana evaluasi secara objektif terhadap seluruh proses pelayanan yang selama ini dilaksanakan di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso. Berbagai temuan dan rekomendasi dari tim surveior diharapkan tidak dipandang sebagai kekurangan semata. Sebaliknya, hal tersebut harus menjadi masukan untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

“Apabila terdapat hal-hal yang masih perlu diperbaiki, jangan dipandang sebagai kekurangan semata, tetapi jadikan sebagai masukan dan kesempatan untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan,” pesan Bupati.

Bupati juga mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen, pemenuhan standar, maupun hasil penilaian akreditasi. Keberhasilan yang sesungguhnya, tercermin ketika masyarakat mendapatkan pelayanan yang aman, cepat, mudah, manusiawi, bermutu, dan terjangkau.

Untuk mewujudkan pelayanan tersebut, budaya mutu diminta tidak berhenti sebagai slogan atau sekadar pemenuhan standar akreditasi. Budaya mutu harus menjadi kebiasaan dalam pelaksanaan pelayanan sehari-hari. Hal itu dapat diwujudkan melalui komunikasi yang baik dengan pasien dan keluarga, ketepatan identifikasi pasien, kepatuhan terhadap prosedur, penerapan keselamatan pasien, pencegahan dan pengendalian infeksi, penggunaan obat yang aman, hingga menjaga kebersihan lingkungan rumah sakit.

Sikap ramah dan empati dari setiap petugas juga dinilai menjadi bagian penting dalam memberikan pengalaman pelayanan yang baik kepada pasien.

“Kita ingin masyarakat Wonogiri tidak hanya mendapatkan pelayanan kesehatan, tetapi juga mendapatkan pengalaman pelayanan yang baik dan bermartabat,” tegasnya.

Dengan demikian, proses akreditasi diharapkan tidak berhenti ketika survei selesai dan hasil penilaian diterima. Lebih jauh, seluruh rekomendasi yang diberikan harus menjadi dasar untuk memperkuat sistem pelayanan dan meningkatkan kepuasan masyarakat.

Pemkab Wonogiri juga memastikan dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Dukungan tersebut mencakup penguatan sumber daya manusia, pemenuhan sarana dan prasarana, serta peningkatan tata kelola rumah sakit sesuai kemampuan daerah dan ketentuan yang berlaku. Dengan komitmen, kerja keras, kebersamaan, dan integritas seluruh jajaran, RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso diharapkan semakin mampu menjalankan perannya sebagai rumah sakit rujukan yang memberikan pelayanan berkualitas bagi masyarakat.

Survei akreditasi LARS DHP pun diharapkan tidak hanya menghasilkan predikat akreditasi, tetapi membawa dampak nyata terhadap peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri. (red).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.