Benyamin Paparkan Penanganan Kekeringan hingga Progres PSEL

oleh -99 Dilihat

Tangsel (MKNews)- Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, menyampaikan bahwa kondisi keamanan, ketertiban, serta perekonomian di Kota Tangerang Selatan hingga saat ini tetap berjalan relatif kondusif dan stabil. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tangerang Selatan yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di Wilayah Serpong.

Menurut Benyamin, berbagai potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan di Kota Tangerang Selatan masih dapat dikendalikan sehingga tidak mengganggu aktivitas sosial maupun perekonomian masyarakat. Meski demikian, pemerintah daerah bersama Forkopimda tetap memberikan perhatian terhadap sejumlah isu yang memerlukan penanganan bersama, seperti kasus pencurian kendaraan bermotor, dampak musim kemarau, pengelolaan sampah, hingga penguatan tata kelola pemerintahan.

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah kekeringan di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu. Sebanyak 147 kepala keluarga yang tersebar di enam RT terdampak akibat menurunnya ketersediaan air bersih.

Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah mendistribusikan sekitar 50.000 liter air bersih kepada warga terdampak. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan solusi jangka menengah melalui pembangunan sumur air dalam yang dilengkapi toren berkapasitas besar, seperti yang telah diterapkan di kawasan Perumahan Pesona Serpong.

“Kita sudah distribusikan sampai dengan kemarin kurang lebih 50.000 liter air bersih. Solusi jangka menengahnya, saya akan membangun sumur air dalam dengan toren yang besar seperti yang kita bangun di Perumahan Pesona Serpong,” ujar Benyamin.

Selain itu, Pemkot Tangsel akan mengintensifkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan musim kemarau. Koordinasi juga dilakukan bersama pengelola Bendungan Katulampa di Bogor guna memantau debit Sungai Cisadane yang berpengaruh terhadap ketersediaan sumber air di wilayah Tangerang Selatan.

Di sektor pengelolaan lingkungan, antisipasi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang turut menjadi perhatian. Benyamin menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk membangun cerobong pembuangan gas metana pada seluruh landfill sebagai upaya mengurangi risiko kebakaran akibat akumulasi gas di bawah permukaan.

“Saya sudah mintakan untuk dibuatkan cerobong dari bawah untuk membuang gas metana, sehingga walaupun ada percikan, tidak menyebabkan penyebaran api yang besar,” katanya.

Sementara itu, Benyamin juga memaparkan perkembangan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Saat ini, proses pengadaan lahan seluas sekitar 2,4 hektare telah memasuki tahap sosialisasi kepada masyarakat setelah penetapan lokasi diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Dalam kesempatan yang sama, Benyamin juga menyinggung rencana rotasi dan mutasi jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Ia menegaskan bahwa seluruh proses akan dilaksanakan secara profesional dan mengacu pada sistem merit, dengan mempertimbangkan data kinerja serta rekam jejak kepegawaian.

“Yang saya pantang adalah tidak ada uang di dalam rotasi mutasi. Saya memilih teman-teman berdasarkan kinerja, berdasarkan nilai-nilai yang ada di dalam data kepegawaian kita,” tegas Benyamin.

Melalui forum ini, Pemerintah Kota Tangerang Selatan bersama Forkopimda terus memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menjaga kondusivitas daerah, sekaligus memastikan berbagai isu strategis dapat ditangani secara cepat, terukur, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (red).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.