Ustadz Muhammad Aris Alwi Tidak Bosan Bosannya Mengingatkan Ribuan Santrinya Untuk  Mensyukuri Nikmat dan Kesempatan Bersujud di Tengah Malam

oleh -11 Dilihat
Ustadz Muhammad Aris Alwi Rilangi, SE, ME, Sy

Bogor (MKNews)-Bangunlah ketika Allah membangunkanmu. Bersujudlah ketika Allah memberikan kesempatan. Sebab bisa jadi, tahajud yang kita lakukan malam ini menjadi jalan datangnya ketenangan dan keberkahan yang selama ini kita cari.

Demikian disampaikan Motivator ‘ Gedor Pintu Langit’ yang juga pimpinan Pondok Sehat Malomo, Ustadz Muhammad Aris Alwi Rilangi, SE, ME, Sy, mengingatkan kepada ribuan santrinya agar tidak menyia-nyiakan kesempatan ketika Allah membangunkannya di tengah malam – sepertiga malam. Ketika banyak manusia masih terlelap, manfaatkan waktu tersebut untuk mengetuk pintu langit melalui sholat, doa, dzikir, dan munajat. Bisa jadi, waktu yang sunyi itu menjadi salah satu momen terbaik untuk mencurahkan isi hati kepada Allah.

Jangan menjadikan tahajud hanya sebagai sarana meminta dunia. Datanglah kepada Allah karena kita membutuhkan-Nya dan ingin mendapatkan ridha-Nya. Jika kemudian Allah memberikan rezeki, kemudahan, ketenangan, atau jawaban atas doa, terimalah dengan penuh syukur.

“Teruslah istiqomah meskipun dimulai dari dua rakaat. Jangan meremehkan langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten. Semoga Allah menjaga hati kita dalam ketaatan, memberikan kekuatan untuk terus beribadah, mengampuni dosa-dosa kita, dan menerima setiap doa dengan rahmat serta kasih sayang-Nya, “ kata ustad muda Aris Alwi.

Tahajud Adalah Nikmat: Syukuri Kesempatan untuk Bersujud di Tengah Malam

Sholat tahajud adalah salah satu nikmat yang patut kita syukuri. Tidak semua orang mendapatkan kemudahan untuk terbangun di tengah malam, meninggalkan kenyamanan tempat tidur, kemudian mengambil wudhu dan berdiri menghadap Allah. Ketika Allah memberikan taufik kepada kita untuk melaksanakan tahajud, jangan pernah merasa lebih baik daripada orang lain. Jadikan kesempatan tersebut sebagai jalan untuk semakin dekat kepada Allah.

Tahajud bukan tentang siapa yang paling banyak rakaatnya, paling lama doanya, atau paling sering terlihat beribadah. Tahajud adalah kesempatan istimewa untuk bermunajat dalam kesunyian, memohon ampun atas dosa, mencurahkan segala kegelisahan, memperbaiki diri, dan menyerahkan seluruh persoalan kepada Allah.

Jika masih terasa berat untuk bangun malam, mulailah dengan sederhana. Tidak harus langsung banyak. Awali dengan dua rakaat tahajud secara istiqomah. Ketika hati mulai terbiasa dan Allah memberikan kekuatan, tingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan. Yang terpenting bukan hanya banyaknya rakaat, tetapi keikhlasan, kekhusyukan, dan kesungguhan hati dalam mendekat kepada Allah.(red)