Uji Coba U-Turn Rawa Buntu Dimulai, Dishub Tangsel Siapkan Dua Titik Putar Balik

oleh -96 Dilihat

Tangsel (MKNews)- Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Kepolisian melakukan uji coba rekayasa lalu lintas di Jalan Raya Rawa Buntu, Serpong, selama tiga hari, 28-30 September 2026.

Uji coba dilakukan pada segmen ruas Jalan Rawa Buntu mulai dari Simpang Tiga Kencana Raya hingga Simpang Tiga Tekno. Rekayasa tersebut menjadi simulasi sebelum Pemkot Tangsel melakukan penataan median jalan dan pengaturan titik putar balik atau U-Turn.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Tangsel Martha Lena mengatakan, uji coba dilakukan untuk melihat secara langsung pola pergerakan kendaraan sekaligus mengukur efektivitas pengaturan U-Turn apabila nantinya diterapkan secara permanen.

“Simulasi ini tentunya bertujuan untuk melihat langsung bagaimana pergerakan arus lalu lintas yang ada di lapangan, dan juga untuk melihat bagaimana efektivitas pelaksanaan median dan juga pengaturan titik U-turn tersebut,” ujarnya.

Dalam uji coba tersebut, terdapat dua titik U-Turn yang disiapkan. Titik pertama berada di depan RM Pak Naryo dengan lebar sekitar 25 meter. Sementara titik kedua berada di depan SPBU Pertamina 34-15314 dengan lebar sekitar 35 meter.

Martha mengatakan, pada hari pertama uji coba, arus lalu lintas berjalan relatif lancar. Pengguna jalan juga mulai beradaptasi dengan perubahan pola pergerakan kendaraan di lokasi tersebut.

“Di hari pertama ini alhamdulillah uji coba yang dilakukan berjalan dengan yang diharapkan, yaitu kondisi lancar dan masyarakat sudah akan mulai mengenal situasi terkait pergerakan pada U-turn yang ada,” jelasnya.

Namun, dua titik U-turn tersebut belum bersifat final. Dishub Tangsel bersama Kepolisian akan melakukan pemantauan dan evaluasi selama tiga hari pelaksanaan uji coba dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas serta masukan dari masyarakat.

“Jadi nanti hasil evaluasi bersama saat masukan selanjutnya setelah melihat tiga hari perkembangan yang ada dan kita akan tentukan apakah lokasi ini dipastikan di dua titik ini atau akan ada perubahan lebih lanjut,” jelas Martha.

Jika hasil evaluasi menunjukkan dampak positif terhadap kelancaran, keselamatan, dan ketertiban lalu lintas, penataan median dan U-Turn akan dilanjutkan.

Martha menyebut pembangunan median nantinya akan dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Tangsel. Pembangunan direncanakan mulai sekitar dua minggu setelah tahapan uji coba dan evaluasi.

Sementara itu, pekerjaan pada ruas Jalan Tekno-Rawa Buntu akan mulai dilakukan pada pekan ini oleh Dinas SDABMBK sebagai bagian dari upaya meningkatkan kondisi dan keasrian jalan.

Untuk median baru, Martha mengatakan desainnya akan mengikuti kondisi median yang sudah ada. Lebarnya direncanakan sekitar lima meter dan median existing tidak akan dibongkar.

“Median insyaallah akan dibangun dengan ukuran lebar sekitar 5 meter, sama dengan kondisi existing. Jadi kondisi existing median yang ada tidak kita lakukan pembongkaran. Jadi kita rapikan median yang ada,” kata dia.

Martha juga meminta masyarakat ikut berpartisipasi selama masa uji coba dengan menyampaikan informasi apabila menemukan pola arus yang perlu dievaluasi.

Menurutnya, keberhasilan penataan lalu lintas tidak hanya bergantung pada pemerintah dan Kepolisian, tetapi juga kepatuhan serta partisipasi pengguna jalan.

Ia mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu dan marka, mengikuti arahan petugas, serta mengurangi kecepatan selama melintasi kawasan yang sedang dilakukan rekayasa.

“Kami memahami bahwa perubahan pola pergerakan ini pastinya berdampak kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan. Dan kami berharap para pengguna jalan dapat mematuhi rambu-rambu lalu lintas, mengikuti arahan dari petugas kepolisian maupun dinas perhubungan, mengurangi kecepatannya, dan yang pasti memperhatikan keselamatan,” ucapnya.

Dishub Tangsel berharap uji coba dan penataan tersebut dapat menghasilkan pola lalu lintas yang lebih efektif dan efisien, sekaligus meningkatkan keselamatan serta ketertiban pengguna jalan.

“Tujuan akhir dari pada pembangunan ini adalah bagaimana kita menuju keefektifan, keefisienan, keselamatan, kelancaran, dan ketertiban lalu lintas untuk kebutuhan masyarakat bersama dan pastinya untuk menciptakan Tangsel lancar bagi semua pihak,” tutur Martha.(hmas/red).