Tim Puskesmas Tirtomoyo 2 Laksanakan Kegiatan Inspeksi Kesehatan Lingkungan

oleh -62 Dilihat

Wonogiri (MKNews)- Dalam upaya memastikan standar kesehatan fasilitas publik di wilayah kerjanya tetap terjaga, Tim Puskesmas Tirtomoyo 2 melaksanakan Kegiatan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) di Tempat-Fasilitas Umum (TFU), khususnya pada sarana pendidikan, yaitu SD Negeri 2 Dlepih, pada Selasa (6/10/2026).

Kegiatan IKL ini merupakan bagian rutin dari program kerja Kesehatan Lingkungan Puskesmas Tirtomoyo 2 untuk memantau kelayakan sanitasi serta meminimalkan potensi risiko penyakit di lingkungan sekolah dasar. Inspeksi difokuskan pada penilaian kualitas air bersih, kebersihan sarana toilet, sistem pengelolaan sampah, kelancaran drainase, hingga kondisi higiene sanitasi di kantin sekolah.

Kegiatan diawali dengan koordinasi dan perizinan langsung dari Petugas Sanitarian Puskesmas Tirtomoyo 2 kepada pihak Kepala Sekolah dan guru. Berbekal Formulir Inspeksi Sanitasi Sekolah dan instrumen pendukung, tim menyisir berbagai sudut dan fasilitas sekolah.

Perwakilan Tim Puskesmas Tirtomoyo 2, Yuniati, menyampaikan bahwa monitoring secara berkala ini penting dilakukan demi menjaga kesehatan anak-anak sekolah.

“Melalui kegiatan IKL ini, kami ingin memastikan anak-anak dapat belajar di lingkungan yang bersih, aman, dan sehat. Kami mengapresiasi kerja sama dari pihak SD Negeri 2 Dlepih yang sangat terbuka dalam mendukung terciptanya standar sanitasi yang ideal,” ujar Yuniati. Dikutif dari Laman Web Pemkab Wonogiri

Kepala SD Negeri 2 Dlepih merespons positif kedatangan dan pemeriksaan yang dilakukan oleh tim puskesmas dan menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilaksanakan hari ini. Pihak sekolah berkomitmen untuk segera menindaklanjuti rekomendasi dan catatan evaluasi yang diberikan guna meningkatkan fasilitas serta derajat kesehatan seluruh warga sekolah.

Pemeriksaan mencakup beberapa parameter utama, yakni penilaian bangunan dan ruang kelas, penilaian fasilitas sanitasi dasar, pengelolaan sampah dan drainase, serta pengawasan kanton sekolah.

Pada penilaian bangunan dan ruang kelas, petugas memerikasa kelayakan pencahayaan kelas, kecukupan ventilasi udara, serta kebersihan umum lantai, dinding, hingga atap untuk mencegah munculnya sarang vektor penyakit.

Sementara penialian Fasilitas Sanitasi Dasar dimaksudkan untuk memastikan ketersediaan air bersih secara fisik (tidak berbau, berwarna, atau berasa), kecukupan rasio toilet siswa, ketersediaan sabun, serta keberadaan Sarana Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan air mengalir di titik-titik strategis.

Evaluasi juga dilakukan terhadapa keberadaan tempat sampah pilah (organik dan anorganik) yang tertutup di setiap ruangan, serta memastikan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) mengalir lancar tanpa genangan air yang berpotensi menjadi tempat pembiakan nyamuk.

Terakhir, kantin sekolah dinilai dari segi higiene tempat penyimpanan, pengolahan, dan penyajian makanan, sekaligus memastikan area kantin bebas dari hama penyakit seperti lalat, kecoa, dan tikus.

Sebagai penutup rangkaian inspeksi, tim memberikan evaluasi, lembar hasil pemeriksaan, serta rekomendasi perbaikan fasilitas sanitasi kepada pihak sekolah. Tak hanya itu, pembinaan singkat terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) turut disampaikan kepada siswa dan warga sekolah. (red).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.