Ratusan Warga Laksanakan Sholad Id di Masjid Ataqwa Perumahan Pakujaya Permai

oleh -2527 Dilihat

Tangsel (MKNews)-Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid At-Taqwa, Perumahan Pakujaya Permai, Kelurahan Pakujaya, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan pada, Rabu (27/5), berlangsung khidmat.

Sejak pukul 06.00 WIB jamaah mulai berdatangan dan memenuhi shaf yang telah disediakan pihak Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) masjid Jami’ At-Taqwa.

Jamaah yang datang membeludak hingga di halaman masjid. Jamaah tersebut terdiri dari anak-anak, remaja dan orang tua.

Shalat Idul Adha dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB. Adapun yang bertindak sebagai Imam dan khatib Ustadz Ahmad Rofe’i S.Pd, M.Pd.C.EQI. Terlihat hadir, Ketua DKM Masjid Jami’ At-Taqwa, Purwanto, Wakil Ketua DKM Slamet Jawadi dan sujumlah tokoh masyarakat yang ada di Perumahan Pakujaya Permai.

Sebelum pelaksanaan Sholad Idul Adha, Ketua DKM Purwanto menyampaikan laporan jumlah dan nama-nama warga yang memberikan hewan kurban untu disebelih.

Ustadz Ahmad Rofe’i dalam kutbahnya  mengisahkan Nabi Ibrahim AS dengan Siti Hajar. Setelah beberapa lama Siti Hajar menikah akhirnya hamil dan melahirkan seorang anak dengan nama Ismail. Ketika Ismail lahir, Nabi Ibrahim sudah berusia 86 tahun. Nabi Ibrahim mendidik Ismail dengan sangat baik sebagai seorang anak yang saleh. Saat Nabi Ibrahim begitu sayang padanya, ia kemudian bermimpi untuk menyembelih dan mengurbankan putra tersayangnya.

Menut usttad Ahmad, Nabi Ibrahim bingung harus bagaimana menyikapi mimpinya, ia tidak langsung membenarkan mimpi tersebut namun tidak juga mengingkarinya. Nabi Ibrahim selalu memikirkan dan memohon petunjuk kepada Allah SWT. Setelah tiga malam ia selalu bermimpi sama akhirnya Nabi Ibrahim meyakini dan membenarkan bahwa mimpi tersebut datang dari perintah Allah SWT dan harus dilaksanakan.

Namun, Nabi Ibrahim AS tidak langsung melakukan perintah tersebut. Meskipun seorang Nabi, tetapi beliau juga seorang manusia yang mencintai anaknya tersebut apalagi setelah penantian yang begitu lama. Nabi Ibrahim pun memberitahukan mimpinya terlebih dahulu kepada putranya dan meminta pendapatnya terkait mimpinya tersebut.

“Maka ketika anak itu sampai (pada umur) mampu berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, ‘Wahai anakku! Sungguh aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah bagaimana pendapatmu. Mendengar hal tersebut Ismail menjawab dengan ikhlas dan tegas, wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan menemukanku termasuk orang yang sabar.

Setelah itu Nabi Ibrahim pun melaksanakan perintah Allah dengan mengikhlaskan putranya. Namun, Allah segera mengganti tubuh Nabi Ismail dengan seekor hewan yang besar.

Allah menjawab di dalam Surat As-Saffat ayat 104-108 yang berbunyi, “Lalu Kami memanggilnya, ‘Wahai Ibrahim! Sungguh, kamu telah membenarkan mimpi itu.’ Sungguh, demikianlah Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Sungguh ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Kami menebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,”

Begitulah Allah ketika menguji hambanya. Ia memberikan pembelajaran yang berharga dengan mengingatkan manusia yang lahir kemudian bahwa harus selalu mengutamakan Allah di atas ego duniawinya maka Allah akan memberikan kearunianya yang sangat besar.

Selesai Sholad Idul Adha dilanjutkan dengan bersalaman seluruh  jemaah yang memenuhi masjid tersebut.  (red).