Petugas Haji 2026 Digembleng Semi-Militer, Gus Irfan: Ini Amanah Besar Melayani Tamu Allah

oleh -25 Dilihat

Jakarta  (MKNews)— Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Diklat ini menjadi bagian penting dari persiapan nasional dalam memastikan kualitas pelayanan haji Indonesia tahun 2026.

Menteri Haji dan Umrah RI, Mohammad Irfan Yusuf menegaskan bahwa tugas petugas haji bukan sekadar pekerjaan administratif, melainkan amanah besar dalam melayani tamu-tamu Allah. “Petugas haji harus hadir sebagai pelayan umat. Niatkan melayani, maka Allah akan menolong setiap langkah kita,” tegasnya.

Menurut Ketua Panitia PPIH Arab Saudi 2026, Puji Raharjo, diklat ini difokuskan pada penguatan ketahanan fisik, peningkatan kemampuan teknis dan manajerial, serta penguatan koordinasi lintas sektor. Seluruh materi dirancang untuk menyamakan persepsi pelayanan, memperkuat komunikasi, dan meningkatkan kesiapsiagaan petugas di lapangan.

Berbeda dengan pelatihan biasa, Diklat PPIH 2026 menerapkan pola pembinaan semi-militer. Peserta digembleng melalui disiplin waktu, baris-berbaris, latihan kepemimpinan, kerja tim, serta simulasi tugas lapangan untuk membentuk mental tangguh dan karakter petugas yang sigap serta patuh prosedur.

Diklat ini berlangsung pada 10–30 Januari 2026 di Asrama Haji Pondok Gede dan Bandara Halim Perdanakusuma. Sebanyak 1.636 petugas disiapkan untuk bertugas di berbagai sektor pelayanan, mulai dari Daker Makkah dan Madinah, layanan bandara, hingga sektor pemondokan dan pendukung lainnya.

Selain pembinaan fisik dan disiplin, peserta juga dibekali etika pelayanan, komunikasi efektif, penanganan jamaah lansia dan berisiko tinggi, serta simulasi penanganan situasi krisis. Pendekatan ini memastikan petugas tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.

Melalui diklat berkarakter semi-militer ini, pemerintah berharap lahir petugas haji yang disiplin, tangguh, dan berempati. Dengan fondasi mental yang kuat, pelayanan haji Indonesia di Tanah Suci diharapkan semakin profesional, humanis, dan bermartabat. (ras/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.