Pendidikan Harus Dibangun dengan Asah, Asih, dan Asuh

oleh -345 Dilihat

Tangsel (MKNews)-Semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 bergema di Sekolah Al-Azhar BSD, Serpong.

Peringatan Hardiknas tingkat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berlangsung khidmat dan dihadiri Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan beserta jajaran pemangku kepentingan pendidikan.

Dalam sambutannya, Pilar menyebut Hardiknas sebagai momentum refleksi sekaligus penguat semangat untuk memajukan pendidikan nasional. Ia menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan perjalanan tulus untuk memuliakan manusia.

“Pada hakikatnya, pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih sayang untuk memanusiakan manusia. Inti dari proses pendidikan adalah memuliakan,” ujar Pilar.

Ia mengingatkan kembali nilai-nilai yang diwariskan Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara, yakni asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pendampingan) sebagai fondasi pendidikan sejati.

Menurutnya, nilai tersebut sejalan dengan amanat UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menegaskan pendidikan sebagai proses membangun harkat dan peradaban bangsa guna melahirkan insan yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, terampil, dan mandiri.

Sejalan dengan Asta Cita Presiden, Pilar menekankan bahwa pendidikan merupakan upaya bersama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, kuat, dan tangguh demi mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang maju, makmur, dan bermartabat.

Ia juga memaparkan lima kebijakan strategis Kementerian Pendidikan Menengah sebagai landasan peningkatan mutu pendidikan nasional. Pertama, pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Presiden Prabowo Subianto.

Kedua, peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru, mengingat keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh guru sebagai teladan dan pengajar adab. Ketiga, penguatan karakter melalui budaya dan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, baik secara fisik, sosial, maupun spiritual.

Keempat, peningkatan kualitas pembelajaran melalui gerakan literasi, numerasi, STEM, serta Tes Kemampuan Akademik (TKA). Kelima, perluasan akses pendidikan melalui layanan yang mudah, murah, dan fleksibel.

“Jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikannya. Jika hendak memperbaiki pendidikan, maka perbaikilah mulai dari dalam kelas,” tegasnya.

Pilar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra dan lembaga yang telah berkolaborasi membangun ekosistem pendidikan melalui integrasi empat pusat pendidikan, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.

“Berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan tidak akan terlaksana tanpa tiga hal, yaitu mindset yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus. Tanpa ketiganya, seluruh kebijakan hanya akan menjadi formalitas yang ditandai angka-angka kuantitatif,” tuturnya.

Rangkaian peringatan Hardiknas 2026 tingkat Kota Tangsel kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi komitmen bersama. Momen tersebut menjadi simbol kesepakatan dan tekad seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Tangsel untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, merata, dan bermartabat bagi generasi penerus bangsa. (hms/red).