Pemprov Banten dan Pemkot Tangsel Perkuat Akses Pendidikan Lewat Program Sekolah Gratis

oleh -1713 Dilihat

Tangsel (MKNews)- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mendukung penuh Program Sekolah Gratis yang diinisiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten sebagai upaya memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dukungan tersebut disampaikan Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie saat mendampingi Gubernur Banten Andra Soni dalam kegiatan monitoring Program Sekolah Gratis di SMA PGRI 56 Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Selasa (2/6/2026).

Benyamin menilai program tersebut akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah masyarakat di Kota Tangerang Selatan. Menurutnya, kehadiran Program Sekolah Gratis membuka kesempatan lebih luas bagi siswa untuk tetap melanjutkan pendidikan, khususnya bagi mereka yang belum tertampung di sekolah negeri.

“Program yang diinisiasi Pak Gubernur (Andra Soni) ini tentunya akan sangat mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Program ini mencakup sejumlah sekolah swasta di Tangerang Selatan sehingga siswa yang tidak diterima di sekolah negeri dapat memilih sekolah swasta terdekat dari lingkungan tempat tinggalnya dan memperoleh bantuan biaya pendidikan dari APBD Provinsi Banten,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Program Sekolah Gratis menjadi salah satu solusi dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Dengan adanya dukungan pembiayaan dari pemerintah, siswa tetap memiliki kesempatan memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas tanpa terbebani biaya sekolah.

Menurut Benyamin, konsep Program Sekolah Gratis juga sejalan dengan kebijakan yang telah dijalankan Pemerintah Kota Tangerang Selatan sejak tahun 2022 melalui bantuan biaya pendidikan bagi siswa yang tidak diterima di SMP Negeri.

Melalui program tersebut, siswa yang tidak diterima di SMP Negeri dapat melanjutkan pendidikan di sekolah swasta dengan dukungan bantuan biaya pendidikan yang bersumber dari APBD Kota Tangerang Selatan.

“Kita (Pemkot Tangsel) sudah sejak tahun 2022 menyiapkan bantuan pendidikan bagi siswa yang tidak diterima di SMP Negeri untuk bersekolah di SMP swasta, dan itu kita alokasikan untuk 5.000 murid,” jelasnya.

Benyamin berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam sektor pendidikan dapat terus diperkuat. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh anak mendapatkan kesempatan pendidikan yang setara dan berkualitas.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan Program Sekolah Gratis merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah swasta.

Pada tahun ajaran 2025/2026, tercatat sebanyak 70 siswa kelas X di SMA PGRI 56 Ciputat mengikuti program tersebut. Selain membantu siswa, program ini juga memberikan kepastian pembiayaan bagi sekolah yang sebelumnya menghadapi kendala jumlah peserta didik maupun pembayaran biaya pendidikan.

“Untuk seluruh peserta program sekolah gratis ini harus membuat komitmen, komitmen sekolah kepada murid, komitmen murid kepada sekolah, dan komitmen orang tua kepada anak dan kepada sekolah, agar program ini di masa depan akan menghasilkan anak-anak yang berkualitas dan berpendidikan,” ujar Andra Soni.

Ia menambahkan, meningkatnya jumlah peserta didik melalui Program Sekolah Gratis juga berdampak pada peningkatan dukungan operasional sekolah. Dengan demikian, sekolah memiliki ruang yang lebih besar untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, sarana pembelajaran, serta kesejahteraan tenaga pendidik.

“Kita harapkan supaya proses belajar-mengajarnya bisa semakin maksimal, sehingga kualitas pendidikan di Banten terus meningkat,” katanya.

Pemerintah Provinsi Banten optimistis Program Sekolah Gratis dapat menjadi salah satu solusi dalam pemerataan akses pendidikan sekaligus mendorong peningkatan angka partisipasi sekolah di berbagai daerah, termasuk Kota Tangerang Selatan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berdaya saing, berpendidikan, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (hms/red).