Pemerintah Desa Bero, Kecamatan Manyaran Gelar Rembug Stunting

oleh -69 Dilihat

Wonogiri (MKNews)-Pemerintah Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri menggelar kegiatan Rembug Stunting sebagai langkah krusial dalam upaya percepatan pencegahan dan penurunan angka stunting di tingkat desa. Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Balai Desa Bero.

​Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, di antaranya Kepala Desa Bero, Roh Edy Wibowo beserta jajaran perangkat desa, Pendamping Desa Ichsanudin, Kepala UPTD Puskesmas Manyaran drg. Evi Arliyantina beserta jajarannya, serta Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Desa Bero Hastuti Handayani. Turut hadir pula pengurus TP PKK Desa Bero dan para kader Posyandu dari seluruh wilayah Desa Bero.

​Kepala Desa Bero, Roh Edy menjelaskan, selain untuk menciptakan generasi masa depan yang sehat dan bebas dari stunting, Rembug Stunting ini bertujuan untuk menyelaraskan program kerja lintas sektor, mengidentifikasi permasalahan pencegahan stunting di lapangan, serta menyusun usulan prioritas kegiatan pencegahan stunting yang akan didanai melalui anggaran desa maupun sumber pendanaan lainnya.

​Memasuki sesi penyampaian materi, Indriyas memaparkan data terkini mengenai perkembangan stunting di Desa Bero, faktor-faktor penyebabnya, hingga langkah preventif yang perlu dilakukan masyarakat untuk mencegah anak mengalami stunting.

Sesi dilanjutkan oleh Pendamping Desa, Ichsanudin, yang memberikan pemaparan mendalam terkait analisis kasus stunting yang ditemukan di Desa Bero.

​Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan forum diskusi interaktif untuk merumuskan solusi konkret atas permasalahan yang ada. Dari hasil diskusi panjang tersebut, disepakati beberapa usulan prioritas tindakan, antara lain:

​Pengadaan alat antropometri baru untuk menggantikan alat yang rusak di Posyandu guna menunjang akurasi pengukuran anak.

​Pengadaan reagen stik pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat untuk deteksi dini kesehatan warga.

​Pengadaan blanko lembar ILP (Integrasi Layanan Primer) guna merapikan pencatatan layanan kesehatan.

​Pelaksanaan edukasi Lokus PTM (Penyakit Tidak Menular) bagi masyarakat.

​Penyediaan transport bagi kader untuk mengoptimalkan kunjungan rumah terhadap sasaran (ibu dan anak) yang memiliki masalah kesehatan atau ketersediaan gizi. Dikutif dari Laman Web Pemkab Wonogiri.

​Layanan pengantaran terjadwal menggunakan ambulans bagi pasien dengan mobilitas terbatas yang perlu dirujuk atau berobat ke Puskesmas.

​Kegiatan Rembug Stunting Desa Bero ini diakhiri secara resmi dengan penandatanganan Berita Acara kesepakatan bersama sebagai komitmen nyata seluruh elemen desa dalam memberantas stunting. (red).