Motivator ‘Gedor Pintu Langit’ Ustad Aris Alwi : Ketika Sholat Menjadi Kebutuhan, Sajadah Menjadi Tempat yang Dirindukan

oleh -147 Dilihat
Ustadz. Muhammad Aris Alwi Rilangi, SE, ME, Sy,

Bogor ( MKNews)- Motivator ‘ Gedor Pintu Langit, sekaligus Ketua Yayan Malomo, Ustadz. Muhammad Aris Alwi Rilangi, SE, ME, Sy, tidak bosan-bosannya mengingatkan kepada ribuan santri onlinenya,pentingnya menjadikan ibadah sebagai kebutuhan hati. Ketika seseorang terus berusaha mendekat kepada Allah, sholat tidak hanya dipandang sebagai kewajiban yang harus ditunaikan, tetapi menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

“Istiqomah memang membutuhkan perjuangan. Ada hari ketika tubuh terasa lelah, pikiran dipenuhi masalah, atau aktivitas membuat kita kurang fokus. Namun, jangan jadikan keadaan tersebut sebagai alasan untuk meninggalkan sholat. Kembalilah kepada Allah dan terus perbaiki diri sedikit demi sedikit, “ kata ustad muda Aris Alwi yang selalu sabar dalam menularkan ilmunya kepada para santri..

Menurutnya, semoga kita mampu menjaga sholat dalam keadaan apa pun, bukan hanya ketika sedang membutuhkan pertolongan. Semoga hati kita semakin mencintai ibadah, merasakan ketenangan ketika bersujud, dan menjadikan sajadah sebagai tempat untuk mendekat, bersyukur, memohon ampun, serta menyerahkan segala urusan kepada Allah.

Ketika Sholat Menjadi Kebutuhan, Sajadah Menjadi Tempat yang Dirindukan

Ketika sholat jadikan kebutuhan, bukan sekadar kewajiban, hati perlahan belajar mencintainya. Sholat tidak lagi terasa sebagai beban yang harus diselesaikan, tetapi menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak dari kesibukan dunia dan kembali menghadap Allah.

Di tengah kehidupan yang penuh aktivitas, pekerjaan, tanggung jawab, dan berbagai persoalan, sholat memberikan ruang bagi hati untuk beristirahat. Di dalam sujud, dapat memohon pertolongan, mencurahkan kegelisahan, mengakui kelemahan, serta mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan. Tidak semua masalah langsung selesai setelah sholat, tetapi hati dapat menjadi lebih tenang untuk menghadapi dan menyelesaikannya dengan ikhtiar yang benar.

Karena itu, jangan menunggu hati menjadi tenang untuk kemudian rajin sholat. Justru jagalah sholat agar hati memiliki tempat untuk kembali ketika menghadapi kegelisahan dan ujian kehidupan. Mulailah membangun kebiasaan menjaga sholat tepat waktu, memperbaiki kekhusyukan, memahami bacaan, dan berusaha menghadirkan hati ketika menghadap Allah.

Hingga akhirnya, sajadah bukan lagi tempat yang terasa berat untuk didatangi, tetapi menjadi tempat yang selalu dirindukan setiap waktu. (red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.