Kerja Bakti Masal di Kecamatan Nguntoronadi Wonogiri

oleh -304 Dilihat

Wonogiri (MKNews)- Pemerintah Kecamatan Nguntoronadi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Perhutani Wonogiri, Perhutani Solo, serta Forkopimcam menggelar aksi kerja bakti skala besar pada Juma (4/9/2026)

Kegiatan gotong royong ini dipusatkan di ruas Jalan Raya Wonogiri–Pacitan, tepatnya di kawasan hutan petak 40 Gebang atau yang lebih dikenal dengan kawasan Gunung Pegat. Fokus aksi utama ini adalah pembersihan batang pohon serta rumpun bambu yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan sekaligus upaya mitigasi dini guna mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau.

Kegiatan ini dihadiri secara langsung oleh kepala pelaksana BPBD Kabupaten Wonogiri, jajaran Perhutani Wonogiri, Perhutani Solo, dan Forkopimcam Nguntoronadi. Kepala Desa/Lurah se-Kecamatan Nguntoronadi, Relawan Desa/Kelurahan se-Kecamatan Nguntoronadi, serta unsur relawan dari berbagai organisasi kemasyarakatan juga turut ambil bagian pada kegiatan ini. Sementara Dinas Lingkungan Hidup dan Permukikman (DLH Perkim) Kabuapten Wonogiri menerjunkan beberapa armada dan menyediakan sarana pendukung kegiatan lainnya. Dikutif dari Laman Web Pemkab Wonogiri.

Dalam arahannya saat memimpin kegiatan, Camat Nguntoronadi, Endrijo Rahardjo, menyampaikan bahwa aksi gotong royong ini merupakan bentuk antisipasi cepat demi merespons keresahan masyarakat dan pengguna jalan terhadap potensi kerawanan di jalur lintas provinsi tersebut.

“Kegiatan kerja bakti ini adalah bentuk ikhtiar dan tanggung jawab kita dalam memberikan rasa aman bagi para pengguna jalan yang melintas di Lokasi Gunung Pegat ini. Sinergi yang terjalin antara BPBD Wonogiri, Perhutani Wonogiri dan Solo, Forkopimcam, jajaran kepala desa, kelurahan, hingga seluruh elemen relawan membuktikan bahwa semangat gotong royong di Nguntoronadi masih sangat kuat,” ujar Endrijo di lokasi kegiatan.

Diterangkan Endrijo, pemilihan titik di kawasan Gunung Pegat didasarkan atas tingginya mobilitas kendaraan di jalur penghubung antarprovinsi tersebut serta kondisi topografi hutan yang rawan pohon tumbang dan tumpukan material kering. Rumpun bambu yang meranggas serta dahan pohon yang menjorok ke badan jalan akan langsung dipangkas dan dibersihkan oleh ratusan personel gabungan untuk mengantisipasi potensi kecelakaan lalu lintas akibat jarak pandang yang terhalang maupun jalan licin.

Endrijo, menambahkan bahwa pembersihan rumpun bambu serta dahan pohon yang rimbun tidak hanya bertujuan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, melainkan juga langkah preventif yang krusial untuk meminimalisir risiko kebakaran hutan di musim kemarau.

“Selain aspek keselamatan lalu lintas, kegiatan ini juga menjadi langkah konkret mitigasi bencana non-alam dan lingkungan. Tumpukan ranting kering dan semak belukar di sepanjang bahu jalan dibersihkan guna memutus potensi titik api yang dapat memicu kebakaran hutan, mengingat kawasan hutan Perhutani memiliki kerentanan tinggi saat cuaca panas,” imbuhnya.

Kehadiran unsur Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonogiri turut mempercepat proses membantu sampah vegetasi dan sisa pemotongan kayu menggunakan armada truk pengangkut sampah, sehingga arus lalu lintas di jalur Wonogiri–Pacitan tetap dapat dikendalikan dengan sistem buka-tutup yang aman bagi pengendara.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan fasilitas dari Dinas Lingkungan Hidup serta kehadiran seluruh elemen yang ikut bahu-membahu hari ini. Semoga langkah nyata ini dapat meminimalisir risiko bencana, baik laka juga maupun karhutla, sehingga mobilitas masyarakat dapat berjalan lancar dan aman,” tutup Endijo.

Melalui sinergi lintas sektoral ini, Pemerintah Kecamatan Nguntoronadi mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pengguna jalan agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat melintas di kawasan rawan pohon tumbang dan perbukitan, serta bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan demi keamanan dan kenyamanan bersama. (red)