Tangsel (MKNews)-Wargag RW 05 Kelurahan Pakujaya, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, terus meningkatkan keberadaan bank sampah yang ada diwilayahnya guna ikut berpartisipasi dalam menanggulangi masalah sampat yang ada di wilayahnya.
Ketua RW 05 Kelurahan Pakujaya, Triyono mengungkapkan, peningkatan penangan bank sampah RW 05 merupakan wujud nyata kepedulian masyarakat untuk membantu pemerintah menanggulangi permasalahan sampah di Kota Tangerang Selatan.
“Pengelolaan sampah itu penting dan baik tidak hanya akan menjaga kebersihan lingkungan, tapi bernilai ekonomi juga,” ujarnya.
Dikatakannya, sampah-sampah yang diproduksi oleh rumah tangga dapat dipilah terlebih dahulu berdasarkan jenisnya. Kemudian sampah anorganiknya dikumpulkan dan diserahkan ke Bank Sampah untuk diolah menjadi produk daur ulang.

“Beberapa jenis sampah yang bernilai ekonomis di antaranya botol bekas, kertas, kardus, plastik, serta logam,” katanya.
Menurut Triyono, dalam upaya mendukung optimalisasi bank sampah RW 05, Kelurahan Pakujaya, pihaknya berharap mendapatkan sarana prasarana pendukung. Meliputi timbangan digital, tempat sampah, alat pemotong, dan peralatan lainnya yang diperlukan untuk pengelolaan sampah.
Lebih lanjut Triyono mengungkapkan, dalam meningkatkan keberadaan Bank Sampah ini, pihaknya terus melakukan himbuan kepada warga yang berjumlah sekitar 500 KK itu melakukan pemilahan sampah mulai dari rumah.

Sampah rumah tangga bisa dikategorikan ke dalam dua jenis, sampah organik dan anorganik. Berikut ini perbedaan keduanya:
- Sampah organik merupakan sampah yang mudah membusuk atau bahannya mudah terurai kembali ke alam. Sampah organik berasal dari tumbuhan atau hewan seperti sisa makanan, sisa bahan dapur, sampah kebun, dan kotoran hewan.
- Sampah anorganik merupakan sampah yang tidak membusuk dan bahannya membutuhkan waktu lama untuk terurai kembali ke alam, sebagian bahkan tidak bisa terurai kembali sama sekali, misalnya sampah plastik, botol, gabus polystyrene (StyrofoamTM) kemasan makanan, dan kaleng.
Jadi pada dasarnya, perbedaan sampah organik dan anorganik tergantung dari apakah sampah tersebut dapat terurai atau tidak. Banyak jenis sampah anorganik berdampak buruk pada lingkungan dan oleh sebab itu kesadaran untuk menghindari penggunaan bahan-bahan anorganik seperti sampah plastik sangat penting untuk ditanamkan. Berikut beberapa contoh limbah organik dan anorganik. (Ano/red).







