Guru PPPK Di Kecamatan Maja Budidaya Melon Madu 

oleh -46 Dilihat

Lebak (MKNews)-Salah seorang warga Kampung Kadaung, Desa Buyut Mekar, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Acep yang juga salah seorang guru PPPK sukses membudidayakan melon madu sebagai usaha sampingan. Pada awalnya ia hanya iseng memanfaatkan lahan seluas sekitar 300 meter persegi di kebun miliknya.

Acep menjalankan kegiatan berkebun setelah menyelesaikan tugasnya sebagai tenaga pendidik disebuah sekolah Dasar (SDN) 1 Buyutmekar yang letaknya tidak jauh dari rumah kediamannya.

Kesibukan mengajar tidak menghentikan semangatnya untuk mengembangkan potensi lahan.

“Awalnya saya iseng dan mencoba memanfaatkan lahan yang ada,” kata Acep disela sela panen melon, Sabtu (6/09/2026).

Acep kemudian mempelajari cara merawat tanaman agar menghasilkan buah berkualitas. Ketekunan tersebut akhirnya membuahkan hasil buah melon madu berukuran besar dan manis.

Hasil panen kini memberikan tambahan penghasilan bagi Acep dan keluarganya.

Kebun melon yang ia kelola  juga menarik perhatian masyarakat dari sejumlah wilayah sekitar. Untuk memberikan kepuasan kepada pengunjung atau pembeli, para  pengunjung  dapat datang langsung untuk memilih buah yang mereka inginkan. Mereka juga bisa memetik melon matang langsung dari pohonnya.

Acep menjual melon madu dengan harga Rp20 ribu per kilogram. Konsep petik langsung memberikan pengalaman berbeda bagi para pembeli.

“Saya berencana akan  memperluas kebun dan meningkatkan produksi melon pada musim berikutnya. Yang nantinya kebun melon yang kelola bukan hanya ladang pertanian tambahan namun kedepannya berencana akan dijadikan salah satu agrowisata,”ujarnya.

Alfah, salah seorang pengunjung yang datang ke kebun tersebut mengaku sengaja datang berkunjung untuk melihat secara langsung kebun melon yang saat ini sedang dipanen. “Saya sengaja datang untuk membeli sekaligus memetik melon sendiri,” ujar Nur Alfah.

Menurutnya, melon hasil budidaya Acep memiliki rasa manis dengan harga terjangkau. Ia  juga memanfaatkan suasana kebun sebagai lokasi berfoto bersama keluarga. aktivitas tersebut membuat kebun melon semakin dikenal oleh masyarakat.

Kepala Desa Buyut Mekar, Ujang Tisna, mengapresiasi keberhasilan Acep yang sudah berhasil dalam budidaya melon yang hasilnya sangat memuaskan.

“Budidaya ini semoga mendorong warga agar lebih giat bercocok tanam,” katanya.

Ujang menilai masyarakat dapat memanfaatkan lahan kosong untuk kegiatan produktif salah satunya budidaya melon dilahan kosong yang dimilikinya.

“Budidaya pertanian juga berpotensi membuka sumber pendapatan tambahan bagi warga.

Keberhasilan Acep menunjukkan bahwa usaha kecil dapat tumbuh melalui ketekunan dari kegiatan iseng, Acep kini menghadirkan peluang ekonomi sekaligus inspirasi bagi masyarakat desa,”tandasnya.(ali).