Biar Cuaca Tidak Mendukung, Pembeli Banjiri Sentra Takjil Wonogiri

oleh -54 Dilihat

Wonogiri (MKNews)-Sentra Takjil Ramadhan 1447 Hijriyah di Kabupaten Wonogiri resmi dibuka Kamis (19/2/2026) di dua lokasi, yakni sekitar Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri dan Halaman Depan Sport Tourism Center (STC) Pringgondani, Wonogiri. Ratusan pedagang antusias mengikuti Sentra Takjil Ramadhan ini. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Perdagangan dan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM), tercatat 114 pedagang membuka lapaknya di STC Pringgondani, dan 71 pedagang menggelar lapaknya di Alun-alun Giri Krida Bakti.

Kepala Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada Dinas Perdagangan dan KUKM, Dwi Rahayuningsih mengatakan bahwa tujuan disediakannya area sentra takjil ini adalah untuk meningkatkan geliat perekonomian rakyat selama Bulan Ramadhan.

Wanita yang akrab disapa Raning ini juga mengatakan bahwa pihaknya memiliki harapan agar omzet penjualan pedagang kecil tetap optimal di bulan Ramadhan.

“Kebanyakan pedagang ini kan pedagang cilok, martabak, pangsit, yang siang hari berkeliling dari satu sekolah ke sekolah lain. Kalau bulan Ramadhan tentunya omzet mereka menurun drastis karena para siswa berpuasa. Dengan ini kami menyediakan arena begitu, supaya mereka semua bisa berjualan dengan nyaman. Harapannya tentunya agar omzet mereka tetap stabil atau bahkan bisa naik saat berjualan takjil Ramadhan,” tutur Raning saat dihubungi melalui aplikasi pesan pribadi, Minggu (22/2/2025) sore di kutif dari Web Pemkab Wonogiri.

Sayangnya, yang sering terjadi setiap sore di wilayah Wonogiri kota adalah hujan deras yang disertai angin kencang dan petir. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di pihak penyelenggara. Oleh karenanya, Dinas Perdagangan dan KUKM mengeluarkan himbauan agar pada pedagang tetap waspada apabila terjadi perubahan cuaca yang ekstrim pada saat berjualan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan panitia penyelenggara. Kami keluarkan himbauan untuk setiap pedagang membawa perlengkapan pribadi yang sekiranya dapat mengamankan lapak mereka seperti tenda, terpal, payung, plastik, atau apapun selama itu aman dan tidak membahayakan. Karena seperti kita tahu, siangnya panas, tiba-tiba jam 4 jam 5 sore saat pedagang sudah menggelar lapak, turun hujan sangat deras. Tapi kami bersyukur ini tidak menyurutkan semangat mereka mencari rejeki,” ungkap Raning.

Ungkapan Raning ini dibenarkan oleh salah seorang pedagang takjil, Tesya (32). Tesya yang berjualan di Alun-alun Giri Krida Bakti mengeluhkan hujan yang selalu turun setiap sore. Dirinya juga berharap ada bantuan dari pemerintah Daerah berupa tenda semi permanen untuk para pedagang takjil Ramadhan di area Alun-alun Giri Krida Bakti.

“Kalau jualan ya tetep jualan, Mbak. Tapi harapan kami, barangkali didengarkan oleh pemerintah, bolehlah disediakan tenda semi permanen seperti kalau pameran atau Hari Jadi (Kabupaten Wonogiri) itu. Jadi kami lebih nyaman, dan pengunjung juga punya tempat untuk dine in (makan ditempat) Bersama keluarga. Kalau saat ini kami cuma pakai tenda portabel pribadi seperti ini, tidak bisa untuk makan ditempat,” tutur Tesya.

Meski demikian hal itu tidak mengurangi semangat Tesya dan puluhan rekannya untuk berjualan takjil Ramadhan.(**).