Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Sachrudin:  Belajar-PJJ Tetap Berjalan

oleh -109 Dilihat

Kota Tangerang (MKNews)-Sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berdampak ke sejumlah wilayah, termasuk Kota Tangerang, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengambil langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik.

Melalui Dinas Pendidikan, Pemkot Tangerang menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta, selama tiga hari hingga Rabu, 9 September 2026.

Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menegaskan PJJ bukan berarti pembelajaran dihentikan, melainkan bentuk kehati-hatian agar anak-anak tetap dapat belajar tanpa mengabaikan kesehatan.

“Belajar mengajar tetap berjalan, hanya untuk sementara kita lakukan PJJ. Ini semata-mata untuk menjaga kesehatan anak-anak kita, karena kesehatan sangat penting,” ujar Sachrudin.

Ia mengatakan, kebijakan tersebut akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan dan informasi dari pihak berwenang.

“Kita berlakukan selama tiga hari ke depan. Selanjutnya kita lihat perkembangan kondisi dan informasi dari pihak-pihak yang berwenang,” katanya.

Kebijakan ini sejalan dengan Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Tangerang Nomor B/552/400.3/IX/2026 tentang Kewaspadaan terhadap Dampak Debu Vulkanik Gunung Anak Krakatau. Seluruh satuan pendidikan juga diimbau meningkatkan kewaspadaan, memerhatikan kondisi lingkungan dan kesehatan peserta didik, serta membatasi kegiatan yang berpotensi meningkatkan paparan abu.

Sachrudin, mengajak masyarakat tetap tenang, namun tidak lengah dengan mengikuti informasi resmi dan tidak menyebarkan kabar yang belum jelas sumbernya.

“Tetap tenang, tetapi waspada. Ikuti informasi dan imbauan resmi dari pemerintah, serta jangan mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya,” tegasnya.

Masyarakat juga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan mengurangi aktivitas yang tidak diperlukan sebagai langkah untuk meminimalkan paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu saluran pernapasan.

“Kalau melihat atau merasakan adanya abu, gunakan masker, kurangi aktivitas di luar ruangan bila tidak diperlukan, dan selalu jaga kondisi kesehatan,” pungkas Sachrudin. (hms/red).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.