Rasyid Taufik Bekali 377 Peserta Pelatihan Vokasi Nasional di BBPVP Bekasi: Skill Saja Tidak Cukup

oleh -43 Dilihat

Bekasi (MKNews)- Sebanyak 377 peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Batch IV mengikuti program pelatihan yang mencakup 29 program pelatihan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi. Peserta berasal dari sejumlah kejuruan, antara lain Elektro, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Teknik Pendingin, Teknik Las, dan Pariwisata. Kegiatan Pelatihan Vokasi Nasional Batch IV ini berlangsung pada Kamis-Jumat, 27-28 Agustus 2026.

Selain dibekali keterampilan teknis sesuai bidang kejuruan, peserta juga mendapatkan penguatan kemampuan nonteknis atau soft skills. Materi yang disampaikan meliputi wawasan kebangsaan, teknik menghadapi wawancara kerja, cara membuat curriculum vitae (CV), public speaking, grooming, serta motivasi kerja. Pembekalan tersebut diharapkan dapat membantu peserta mempersiapkan diri menghadapi proses seleksi dan tuntutan dunia kerja.

Pelatihan vokasi nasional merupakan program pemerintah untuk meningkatkan kompetensi masyarakat melalui penguasaan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Program ini juga mendorong terwujudnya prinsip link and match antara dunia pelatihan dan dunia kerja, sehingga lulusan diharapkan memiliki keterampilan, produktivitas, disiplin, dan etos kerja yang dibutuhkan, baik untuk bekerja maupun berwirausaha.

Salah satu instruktur dalam pembekalan soft skills tersebut adalah Rasyid Taufik, Direktur Utama PT Sinar Lentera Nusantara yang dikenal melalui branding Sintara Leadership. Dalam sesi pembelajaran, ia mengajak peserta untuk tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga membangun sikap, kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, serta kesiapan menghadapi persaingan kerja.

Rasyid Taufik mengaku senang dapat menjadi bagian dari perjalanan belajar para peserta. “Saya senang menjadi teman perjalanan belajar mereka, bersama-sama meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan diri menjadi tenaga kerja yang siap bersaing di dunia industri,” ujarnya. Menurut dia, kompetensi teknis dan karakter kerja harus berjalan beriringan agar peserta mampu menghadapi perubahan dan tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.